Kamis, 09 Februari 2017

SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat intra Vena (IV)

Assalamualikum kawan, hari ini saya akan share tentang SOP Pemberian Obat Melalui Intra Vena. Pasti kalau dengar Intra Vena ingatnya ke pemasangan infus, biasanya kalau kita mau memberi obat melalui IV kita langsung injek bolus kan, itu bisa kita lakukan karena ada perantaranya yaitu slang IV. Tapi sekarang ini kawan saya akan berbagi bagaimana caranya memberi obat melalui Intra Vena langsung, ya caranya gak jauh beda sama injek yang lain cuman beda derajat penyuntikannya, obatnya, dan ada sedikit beda di cara pelaksanaannya, tapi itu pun cuman sedikit bedanya, heheheheee....
Ok kawan let's check my article...


SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat Intra Vena


PENGERTIAN

Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam pembuluh darah vena, diantaranya vena mediana kubiti/ sefalika (lengan), vena safena (tungkai), vena jugularis (leher), vena frontalis/ temporalis (kepala)


TUJUAN

Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter


KEBIJAKAN

Pasien yang mendapatkan obat yang diberikan secara Intra Vena (IV)


PETUGAS

Perawat


PERALATAN
  1. Sarung tangan (Hand schoon) 1 pasang
  2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
  3. Jarum 1 (steril)
  4. Bak spuit 1
  5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
  6. Desinfektan (zalf atau cair)
  7. Torniquet
  8. Perlak dan pengalas 
  9. Obat sesuai program terapi
  10. Bengkok 1
  11. Gergaji ampul (kalau perlu)
  12. Plester luka (contoh: "Hansaplast" atau kasa dan plester)
  13. Buku injeksi/ daftar obat

PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Tahap Pra Interaksi
  1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
  2. Mencuci tangan
  3. Menyiapkan obat sesuai prinsip
  4. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

2. Tahap Orientasi
  1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
  2. Menjelaskan tujuan dari prosedur tindakan pada keluarga/ klien
  3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan 

3. Tahap Kerja
  1. Mengatur posisi pasien dan pilih vena dari arah distal
  2. Memasang perlak dan alasnya
  3. Membebaskan daerah yang akan di injeksi
  4. Meletakkan torniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk
  5. Memakai hand schoon
  6. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar) biarkan kering
  7. Mempertahankan vena pada posisi stabil
  8. Memegang spuit dengan sudut 30 derajat
  9. Menusuk vena dengan kemiringan 30 derajat, dan lubang jarum mengahadap ke atas
  10. Melakukan aspirasi dan pastikan darah masuk spuit
  11. Membuka torniquet
  12. Memasukkan obat secara perlahan 
  13. Mencabut spuit sambil menekan daerah tusukan dengan kapas
  14. Menutup daerah tusukan dengan "plester luka" 
  15. Membuang spuit ke dalam bengkok


Alhamdulillah,,, selesai 
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kawan semua
SEE YOU IN THE NEXT ARTICLE

Rabu, 08 Februari 2017

SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat Sub Cutan (SC)

Assalamualikum kawan, lama tak bersua, heheheheee ......... maklum ditahun baru ini saya terlalu sibuk dengan diri sendiri alias sibuk rawat diri sendiri karena sakit, heheeeeehheeee maaf jadi curhat ni saya ✌✌. Oya hari ini saya mau share ke kalian tentang SOP selanjutnya, sambungan punya yang dulu, SOP Pemberian Obat Sub Cutan (SC). Pasti sudah tidak begitu asing lagi kan kalau dengar SOP yang satu ini, biasanya kita sering melakukan Pemberian Obat Insulin melalui Sub Cutan. Nah sekarang saya akan berbagi dengan kawan cara pemberiannya, lets go to article.....

SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat Sub Cutan

PENGERTIAN 

Pemberian obat yang dilakukan dengan suntikan di bawah kulit dapat dilakukan pada daerah lengan atas sebelah luar (deltoid) atau 1/3 bagian dari bahu, paha sebelah luar (vastus lateralis), daerah dada dan daerah sekitar umbilikus (abdomen).


TUJUAN
  • Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter
  • Pemberian obat melalui subkutan pada umumnya pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah. 

KEBIJAKAN 

Pasien yang mendapatkan obat yang diberikan secara Sub Cutan (SC)


PETUGAS

Perawat

PERALATAN
  1. Sarung tangan (Hand schoon) 1 pasang
  2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
  3. Jarum 1 (steril)
  4. Bak Spuit 1
  5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
  6. Perlak dan Pengalas
  7. Obat sesuai program terapi
  8. Bengkok 1
  9. Buku injeksi/ daftar obat


PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Tahap PraInteraksi
  1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
  2. Mencuci tangan 
  3. Menyiapkan obat dengan benar
  4. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

2. Tahap Orientasi
  1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
  2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
  3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

3. Tahap Kerja 
  1. Mengatur posisi pasien sesuai tempat tusukan
  2. Memasang perlak dan alasnya
  3. Membebaskan daerah yang akan di injeksi
  4. Memakai Hand schoon
  5. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar)
  6. Menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mengangkat cutan
  7. Menusukkan spuit dengan sudut 45 derajat
  8. Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit
  9. Memasukkan obat ke dalam sub cutan secara perlahan
  10. Mencabut jarum sambil menekan
  11. Membuang spuit ke dalam bengkok

4. Tahap Terminasi 
  1. Melakukan evaluasi tindakan
  2. Berpamitan dengan klien
  3. Membereskan alat-alat
  4. Mencuci tangan
  5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan


INFO :

Pemberian insulin terdapat dua tipe, yaitu jernih dan keruh. larutan jernih disebut juga sebagai insulin reaksi cepat (insulin reguler). larutan keruh terjadi karena adanya penambahan protein sehingga memperlambat absorpsi obat atau juga termasuk tipe lambat. Oleh karena itu, apabila pemberian insulin dengan campuran kedua bentuk larutan tersebut, perlu diperhatikan cara mencampurnya. Insulin reguler dapat dicampur dengan semua jenis insulin lain, sedangkan insulin lente tidak dapat dicampur dengan tipe lain  kecuali insulin reguler. Saat pencampuran upayakan dalam mengambil larutan, jarum tidak menyentuh jenis larutan yang dicampur.

Ternyata Insulin lente dibuat dari pancreas babi....... 
Bagi umat muslim, hati-hati ya kalau pilih insulin 
Alhamdulillah selesai......
Semoga artikel ini bisa kita aplikasi dengan benar padapasien nanti
SEE YOU AGAIN........

Selasa, 27 Desember 2016

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) PEMBERIAN OBAT INTRA MUSKULER (IM)

Assalamualikum kawan, artikel saya hari ini akan berbagi tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat Intra Muskular. Tindakan ini merupakan salah satu pemberian obat yang lumayan jarang dilakukan. Ada baiknya jika kawan ingin melakukan tindakan ini kawan harus terlebih dahulu mengetahui jenis obat yang akan disuntikkan, karena hal ini dapat mencegah kebingungan dari pasien maupun keluarga pasien tersebut. Sebenarnya bukan hanya untuk tindakan ini tapi untuk tindakan jenis injeksi  lainnya. Oke yuk simak artikel berikut ini....👄👄👄

SOP (Standar Operasional Peosedur) pemberian Obat Intra Muskular (IM)

PENGERTIAN

Pemberian obat/cairan dengan memasukkan obat kedalam jaringan otot (muskulus). Lokasi penyuntikan pada daerah paha (vastus lateralis), ventrogluteal (pasien harus berbaring miring), dorsogluteal (pasien harus terlungkup), dan lengan atas (deltoid).

TUJUAN  
  • Melaksanakn fungsi kolaborasi dengan dokter
  • Agar absorbsi obat lebih cepat oleh karena vaskularitas otot.

KEBIJAKAN

Pasien yang mendapatkan obat yang diberikan secara Intra Muskular (IM).

PETUGAS

Perawat

PERALATAN 
  1. Sarung tangan satu pasang
  2. Spuit dan jarum sesuai dengan ukuran (Dewasa : 2,5-3,75 cm); (Anak-anak : 1,25-2,5cm)
  3. Bak spuit 1
  4. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
  5. Perlak dan pengalas
  6. Bengkok 1 (nerbeken)
  7. Obat sesuai program terapi
  8. Buku injeksi/daftar obat 

 PROSEDUR PELAKSANAAN 

1. Tahap PraInteraksi 
  1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
  2. Mencuci tangan
  3. Menyiapkan obat dengan benar
  4. menepatkan alat didekat pasien dengan benar
2. Tahap Orientasi
  1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
  2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada keluarga/pasien
  3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3. Tahap Kerja
  1. Mengatur posisi pasien, sesuai tempat penyuntikan
  2. Memasang perlak dan alas
  3. Membebaskan daerah yang akan di injeksi
  4. Memakai hand schoon
  5. Menentukan tempat penyuntikan dengan benar
  6. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar)
  7. Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk meregangkan kulit
  8. Memasukkan spuit dengan sudut 90 derajat, jarum masuk 2/3 
  9. Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit
  10. Memasukkan obat secara perlahan
  11. Mencabut jarim dari tempat penusukan
  12. Menekan daerah tusukan dengan kapas desinfektan
  13. Membuang spuit ke dalam bengkok  
4. Tahap Terminasi 
  1. Melakukan evaluasi tindakan
  2. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
  3. Berpamitan dengan klien 
  4. Membereskan alat-alat
  5. Mencuci tangan
  6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan


NOTE :

Tempat penyuntikan secara Intra Muskular (IM)
  1.  Pada daerah paha (Vastus lateralis) : dengan cara meminta pasien untuk berbaring terlentang dengan lutu sedikit fleksi atau 3 jari dari jalur setrikaan (paha bagian samping).

  2. Pada daerah di samping bokong (ventrogluteal) : dengan cara meminta pasien miring, telungkup atau telentang dengan lutu dan panggul pada sisi yang akan disuntik dalam keadaaan fleksi.

  3. Pada bokong (dorsogluteal) : dengan meminta pasien untuk telungkup dengan lutu diputar ke arah dalam atau miring dengan lutut bagian atas dan pinggul fleksi dan diletakkan di depan tungkai bawah.

  4. pada daerah lengan atas (deltoid) : dengan meminta pasien untuk duduk atau berbaring mendatar dengan lengan atas fleksi.

Alhamdulillah selesai......
Semoga bermanfaat.......
See you again...............................







Senin, 19 Desember 2016

SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat Intra Cutan (IC)

Assalamualaikum kawan, hari ini saya akan berbagi ilmu lagi dengan kalian. Kali ini saya mencoba berbagi ilmu tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) pemberian Obat Intra Cutan, salah satu tindakan yang sering dilakukan dengan cara ini adalah untuk skin test. Yukk simak artikel nya.

SOP (Standar Operasional Prosedur) Pemberian Obat Intra Cutan (IC)

PENGERTIAN

Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam kulit (Intra Cutan) 

TUJUAN
  1. Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter
  2. Skin Test memasukkan jarum melalui
KEBIJAKAN

pasien yang mendapatkna obat yang diberikan secara intra cutan (IC)

PETUGAS 

Perawat

PERALATAN 
  1. Sarung tangan (handschoon) 1 pasang
  2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
  3. Jarum 1 (steril)
  4. Bak spuit 1
  5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
  6. Perlak dan pengalas
  7. Obat sesuai program terapi
  8. Bengkok 1
  9. Alat tulis/bolpoint
  10. Buku ijneksi/ daftar obat
PROSEDUR PELAKSANAAN 

1. Tahap PraInteraksi
  1. Melakukan Verifikasi data sebelumnya bila ada
  2. Mencuci tangan
  3. Menyiapkan obat dengan benar atau sesuai prinsip (diencerakn 0,1 cc menjadi 1 cc)
  4. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

2. Tahap Orientasi 
  1. Memberikan salam sebagai tanda pendekatan terapeutik
  2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
  3. menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

3. Tahap Kerja
  1. Mengatur posisi pasien sesuai temapt tusukan
  2. Memasang perlak dan alasnya
  3. Membebaskan daerah yang akan di injeksi
  4. Memakai Handschoon
  5. Membersihkan kulit tempat suntikan dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar)
  6. Menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk meregangkan kulit
  7. Menusukkan spuit dengan kemiringan 15 - 20 derajat, jarum masuk kurang lebih 0,5 cm
  8. Lakukan aspirasi, bila tidak ada darah maka lanjutkan
  9. Memasukkan obat ke dalam kulit perlahan, pastikan ada penonjolan
  10. Mencabut jarum dari tempat tusukan
  11. Memberi tanda lingkaran sekitar tusukan
  12. Membuang spuit ke dalam bengkok

4. Tahap Terminasi 
  1. Melakukan evaluasi tindakan
  2. Berpamitan dengan klien
  3. Membereskan alat alat
  4. Mencuci tangan
  5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
Alhamdulillah selesai.....
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua
Baca artikel SOP injeksi lainnya juga ya, dan masih ada banyak SOP yang lain juga .....
See you again.....

 

Kamis, 03 November 2016

SOP (Standar Operasional Prosedur) Ganti Verban

Assalamualaikum kawan, hari ini saya ingin berbagi ilmu tentang SOP Ganti verban. Tindakan ini membutuhkan penanganan yang steril dan kita harus bisa membedakan alat alat steril dan non steril pada saat pemakaiannya. Di sini saya juga akan menjelaskan beberapa jenis luka dan jenis balutan sesuai dengan keadaan luka. Yukk simak artikel nya...

SOP (Standar Operasional Prosedur) Ganti Verban

PENGERTIAN 

Mengganti balutan atau verban adalah suatu tindakan keperawatan untuk mengganti perban perawatan luka untuk mencegah infeksi dengan cara mengganti balutan yang kotor dengan balutan yang bersih. 

Pada prinsipnya dalam merawat luka atau menganti verban dibutuhkan sterilitas mengingat luka sangat rentan terhadap masuknya mikroorganisme dan adanya disintegritas jaringan. Dalam melakukan perawatan luka, dan yang digunakan bervariasi. Bahan ini disesuaikan dengan kondisi luka kotor, bersih, steril atau terinfeksi.

TUJUAN
  1. Meningkatkan penyembuhan luka dengan mengabsorbsi cairan dan dapat menjaga kebersihan luka 
  2. Melindungi luka dari kontaminasi
  3. Dapat menolong hemostasis (bila menggunakan elastis verban)
  4. Membantu menutupnya tepi luka secara sempurna
  5. Menurunkan pergerakan dan trauma
  6. Menutupi keadaan luka yang tidak menyenangkan 
KEBIJAKAN 
  1. Pada balutan ynag sudah kotor
  2. Pada penderita yang lukanya akan diperiksa oleh dokter atau akan diberi obat kompres yang baru.

PETUGAS
Perawat

PERALATAN 
  • Alat-alat steril 

    1. Pinset anatomis 1 buah 
    2. Pinset sirugis 1 buah
    3. Gunting bedah/ jaringan 1 buah
    4. Kassa kering dalam kom tertutup secukupnya
    5. Kassa desinfektan dalam kom tertutup
    6. Sarung tangan (Handschoon) 1 pasang
    7. Korentnag/ forcep 
  • Alat-alat non steril 

    1. Gunting verban 1 buah
    2. Plester
    3. Pengalas
    4. Pinset anatomi 1 buah
    5. Kom kecil 2 buah bila dibutuhkan
    6. Nierbeken 2 buah
    7. Kapas alkohol
    8. Aceton/bensin
    9. Larutan NaCl 0,9%
    10. Larutan savlon
    11. Larutan H2O2
    12. Larutan Boor Water (BWC)
    13. Bethadine
    14. Sarung tangan 1 pasang
    15. Masker
    16. Kantong plastik/baskom untuk tempat sampah

PROSEDUR PELAKSANAAN 

Tahap PraInteraksi 

  1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
  2. Mencuci tangan 
  3. Menempatkan alat didekat pasien dengan benar

 Tahap orientasi 

  1. Memberi salam sebagai pendekatan terapeutik
  2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
  3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

 Tahap Kerja 

  1. Menutup sampiran
  2. Pasang masker dan sarung tangan yang tidak steril
  3. Atur posisi pasien sesuai dengan kebutuhan
  4. Letakkan pengalas dibawah area luka
  5. Letakkan nierbeen didekat pasien 
  6. Buka balutan lama (hati-hati jangan sampai menyentuh luka) dengan menggunkan pinset anatomi, Buang balutan bekas kedalam nierbeken. Jika menggunakan plester lepaskan plester dengan cara melepaskan ujungnya dan menahan kulit di bawahnya, setelah itu tarik secara perlahan sejajar dengan kulit dan kearah balutan. Bila masih terdapat sisa perekat dikulit, dapat dihilangkan dengan aceton/ bensin
  7. Bila balutan melekat pada jaringan dibawah, jangan dibasahi, tapi angkat balutan dengan berlahan
  8. Letakkan balutan kotor ke nierbeken lalu buang ke kantong plastik, hindari kontaminasi dengan permukaan luar wadah
  9. Kaji lokasi, tipe, jumlah jahitan atau bau dari luka
  10. Buka sarung tangan ganti dengan sarung tangan steril
  11. Membersihkan luka sesuai dengan jenis lukanya apakah luka bersih atau kotor serta sejenisnya.*
  12. Menutup luka dengan cara tertentu sesuai keadaan luka*
  13. Plester dengan rapi
  14. Buka sarung tangan dan masukkan kedalam nierbeken
  15. lepaskan masker
  16. Atur dan rapikan posisi pasien
  17. Buka sampiran
  18. Evaluasi keadaan umum pasien
  19. Rapikan peralatan dan kembalikan ketempatnya dalam keadaan bersih, kering dan rapi

Tahap Terminasi
  1. Melakukan evaluasi tindakan
  2. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
  3. Berpamitan dengan klien
  4. Membereskan alat-alat
  5. Mencuci tangan
  6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
  7. Dokumentasikan tindakan dalam catatan keperawatan

*********
*10. Jenis luka kotor & Luka bersih
  • Jenis luka kotor
    Gunakan kassa steril yang dipegang dengan pinset, dicelupkan/ diberi larutan Savlon, dan lakukan pembersihan pada luka. bila perlu berikan H2O2 (bila ada jaringan yang mati dan sulit diangkat). Lanjutkan pembersihan dengan Boor Water (BWC) hingga bersih
  • Jenis luka bersih
    Gunakan kassa steril yang dipegang dengan pinset. Celupkan/ diberi larutan NaCl 0,9% atau BWC. kemudian bersihkan luka sampai bersih dan lanjutkan dengan pengobatan luka menggunakan Bethadine atau sejenisnya.



* 11. Cara menutup luka

  • Balutan kering
  1. lapisan pertama kassa kering steril untuk menutupi daerah insisi da bagian sekeliling kulit
  2. lapisan kedua adalah kassa kering steril yang dapat menyerap
  3. lapisan ketiga kassa steril yang tebal pada bagian luar

  • Balutan basah-kering 
  1. lapisan pertama kassa steril yang telah diberi cairan steril atau antimikrobial untuk menutupi area luka
  2. lapisan kedua kassa steril yang lebab yang sifatnya menyerap
  3. lapisan ketiga kassa steril yang tebal pada bagian luar

  • Balutan basah-basah
  1. lapisan pertama kassa steril yang telah dilembabkan dengan cairan fisiologik untuk menutupi area luka
  2. lapisan kedua kassa kering steril yang bersifat menyerap
  3. lapisan ketiga (lapisan palling luar) kassa steril yang sudah dlmebabkan dengan cairan fisiologik


Alhamdulillah selesai....
Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua
See you in the my another article...
bye....

Rabu, 19 Oktober 2016

SOP (Standar Operasional Prosedur) PEMASANGAN INFUS LENGKAP

Assalamuailakum.... guys, hari ini saya mau berbagi ilmu tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) PEMASANGAN INFUS. Tindakan pemasangan infus ini salah satu tindakan yang sangat sering kita lakukan dilapangan. Bagi anak praktek akan sangat bangga kalau misalkan dapat melakukan tindakan tersebut dengan benar. Apalagi kalau jarum nya nancap dengan benar, dan darahnya kelihatan keluar,,,, ohhhh bangga nya bukan main, hehehhehehehe.... (pengalaman pribadi). Dulu masih agak bingung, gimana cara melakukan tindakan ini dengan cepat dan tepat. Karena kebanyakan dari kita lupa untuk mempersiapkan alat-alat dengan benar terlebih dahulu. Yukk simak SOP PEMASANGAN INFUS LENGKAP dengan benar.

SOP PEMASANGAN INFUS

PENGERTIAN 

Pemasangan Infus adalah tindakan memasukkan jarum melalui IV (Intra Vena)untuk memberikan obat/ cairan melalui parenteral

TUJUAN      
  1. Melakukan fungsi kolaborasi dengan dokter
  2. Memberikan cairan atau obat kedalam tubuh pasien  

KEBIJAKAN   
  1. Pasien yang mendapatkan obat yang diberikan secara intra vena (I.V)
  2. Pasien dehidrasi untuk rehidrasi parenteral

PETUGAS         
Perawat


PERALATAN   
  1. Handscoon (sarung tangan) bersih
  2. Selang infus/Infuset sesuai kebutuhan (makro drip atau mikro drip)
  3. Cairan parenteral sesuai program
  4. Jarum Intra Vena/ Abocath (ukuran sesuai usia/kebutuhan)
  5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
  6. Desinfektan/ Alkohol 70%
  7. Kom kecil 1 buah
  8. Betadin
  9. Kassa steril 1 buah 
  10. Torniquet/ manset
  11. Perlak atau pengalas
  12. Bengkok/Nierbeken  1 buah
  13. Plester/ Hypafix
  14. Standar Infus 
  15. Gunting Verban
  16. Pulpen

PROSEDUR PELAKSANAAN    

1. Tahap PraInterkasi
  1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
  2. Mencuci tangan
  3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

2. Tahap Orientasi
  1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
  2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/ pasien
  3. Menanyakan kesiapan pasien sebelum kegiatan dilakukan

3. Tahap Kerja
  1. Melakukan desinfeksi tutup botol cairan, sebelumnya cek terlebih dahulu cairan yang akan digunakan*
  2. Menutup saluran infus
  3. Menusukkan saluran infus dengan benar
  4. Menggantung botol cairan pada standard infuse
  5. Mengisi tabung reservoir infus sesuai tanda/ setengah
  6. Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara (emboli) dalam selang
  7. Memotong plaster sebanyak 4 buah/ bagian (2 panjang, 2 sedang) dan tuliskan label*
  8. Membuka Kassa steril dan memasukkan ke dalam kom, lalu teteskan betadin (pertahankan sterilisasi)
  9. Mengatur posisi pasien dan pilih vena*
  10. Memasang perlak dan alasnya
  11. Membebaskan daerah yang akan di insersi*
  12. Meletakkan torniquet 5 cm proksimal dari tempat yang akan ditusuk
  13. Memakai handscoon 
  14. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (desinfeksi), sirkular (melingkar dari dalam ke luar )
  15. Mempertahankan vena pada posisi stabil
  16. Memegang IV cateter/ Abocath dengan sudut 30 derajat
  17. Menusuk vena dengan lobang jarum menghadap ke atas
  18. Memastikan IV kateter masuk ke dalam vena kemudian menarik mandrin 0,5 cm
  19. Memasukkan IV kateter secara perlahan
  20. Menarik mandrin dan menyambungkan ke selang infus
  21. Melepaskan torniquet
  22. Mengalirkan cairan infuse
  23. Melakukan fiksasi IV kateter
  24. Memberi desinfeksi/ kassa yang sudah diberi betadin, di daerah tusukan 
  25. Mengatur tetesan sesuai program

4. Tahap Terminasi
  1. Melakukan evaluasi tindakan
  2. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
  3. Berpamitan dengan klien
  4. Membereskan alat-alat
  5. Mencuci tangan
  6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan


Alhamdulillah selesai sudah tindakan nya, oya ingat beberapa hal ini ya, ini sangat penting :

1. Pada tahap PraInteraksi

Pada tahap ini kalian harus melakukan verifikasi data pasien terlebih dahulu, apa benar pasien x akan kita lakukan pemasangan infus atau bukan. Kemudian cuci tangan harus dengan standard nya, masih ingatkan cuci tangan 7 langkah atau 6 langkah. Jangan lupa dekatkan peralatan atau troli dekat pasien ya. kalau tidak nanti kamu sendiri yang akan kewalahan saat mengambil alat yang dibutuhkan.


2. Pada tahap Orientasi

Pada tahap ini kalian jangan sampai lupa memberi salam kepada pasien. Perkenalkan nama kamu kemudian tanya nama pasien, tempt dan tanggal lahir lalu alamat tinggal sekarang. Kalau pasien nya sudah menyebutkannya dan sesuai dengan data yang ada pada kita maka langkah selanjutnya kita harus menjelaskan prosedur yang akan kita lakukan seperti, pengertian, tujuan dan alat-alat yang akan kita gunakan beserta proses pemasangan (tidak perlu dijelaskan terlalu rinci, cukup penjelesan kasarnya saja). setelah itu tanyakan kesiapan pasien untuk kita lakukan tindakan.


3. Pada tahap Kerja

    Pada tahap ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, misalnya ;

*1. Kita harus mengecek terlebih dahulu cairan nya masih bagus atau sudah berkeruh, lihat juga tanggal kadaluarsanya. kemudian carikan jumlah tetesan yang akan diberikan kepada pasien.
pada saat membuka infuset pastikan jarum infusetnya masih dalam keadaan steril atau tidak terkontaminasi dengan tangan kita atau benda yang lain.
Ingat, perhatikan dengan cermat keadaan selang infus, jangan sampai bocor dan jangan ada udara atau emboli, karena itu akan membuat diagnosa baru untuk pasien.

*7. Setelah memotong plaster, jangan lupa tuliskan tanggal dan jam pemasangan cairan infus, jenis cairan, faktor/jumlah tetesan dan inisial pasien. Tuliskan pada plester yang sudah dipotong panjang, tempelkan pada botol cairan dan saat fiksasi terakhir pada pasien tuliskan diplaster panjang tanggal dan jam pemasangan infus, nomor abocath dan inisial.

*9. Mengatur posisi pasien dan memilih vena. Vena yang akan dipilih adalah vena yang lurus atau tidak bercabang, daerah distal, vena yang besar, dan tidak hematom. Ada 4 cara agar vena terlihat jelas, yaitu; menepuk-nepuk tangan dengan halus, kompres hangat, mengayunkan tangan dari distal ke proksimal, dan membuka-tutup telapak tangan.

*11. Bebaskan peralatan atau aksesoris yang ada pada bagian tubuh pasien yang akan kita lakukan penyucukan. Misalnya di tangan yaitu jam, gelang dan cincin. Menaikkan lengan baju jika baju yang digunakan berlengan panjang. 

4. Tahap terminasi

Jangan lupa mendokumentasikan tindakan kita. Dan dokumentasi yang wajib ditulis adalah tanggal, jam, jenis cairan, dosis/tetesan, nama pasien/inisial dan usia.
Ingat bengkok/ nierbeken digunakan untuk wadah penampung alat yang sudah digunakan atau tidak steril lagi.


Oke semoga artikel ini bermanfaat buat kalian semua...
And have a nice day all
See you again in my another article
Bye... ... ....

SOP (Standar Operasional Prosedur) PEMASANGAN INFUS LENGKAP

Assalamuailakum.... guys, hari ini saya mau berbagi ilmu tentang SOP (Standar Operasional Prosedur) PEMASANGAN INFUS. Tindakan pemasangan infus ini salah satu tindakan yang sangat sering kita lakukan dilapangan. Bagi anak praktek akan sangat bangga kalau misalkan dapat melakukan tindakan tersebut dengan benar. Apalagi kalau jarum nya nancap dengan benar, dan darahnya kelihatan keluar,,,, ohhhh bangga nya bukan main, hehehhehehehe.... (pengalaman pribadi). Dulu masih agak bingung, gimana cara melakukan tindakan ini dengan cepat dan tepat. Karena kebanyakan dari kita lupa untuk mempersiapkan alat-alat dengan benar terlebih dahulu. Yukk simak SOP PEMASANGAN INFUS LENGKAP dengan benar.

SOP PEMASANGAN INFUS

PENGERTIAN : Pemasangan Infus adalah tindakan memasukkan jarum melalui IV (Intra Vena) untuk memberikan obat/ cairan melalui parenteral
TUJUAN            : Melakukan fungsi kolaborasi dengan dokter
                              Memberikan cairan atau obat kedalam tubuh pasien  
KEBIJAKAN    : 1. Pasien yang mendapatkan obat yang diberikan secara intra vena (I.V)
                             2. Pasien dehidrasi untuk rehidrasi parenteral
PETUGAS         : Perawat


PERALATAN    : 1. Handscoon (sarung tangan) bersih
                              2. Selang infus/Infuset sesuai kebutuhan (makro drip atau mikro drip)
                              3. Cairan parenteral sesuai program
                              4. Jarum Intra Vena/ Abocath (ukuran sesuai usia/kebutuhan)
                              5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
                              6. Desinfektan/ Alkohol 70%
                              7. Kom kecil 1 buah
                              8. Betadin
                              9. Kassa steril 1 buah 
                            10. Torniquet/ manset
                            11. Perlak atau pengalas
                            12. Bengkok/Nierbeken  1 buah
                            13. Plester/ Hypafix
                            14. Standar Infus 
                            15. Gunting Verban
                            16. Pulpen

PROSEDUR PELAKSANAAN    

1. Tahap PraInterkasi
    1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/ pasien
    3. Menanyakan kesiapan pasien sebelum kegiatan dilakukan

3. Tahap Kerja
    1. Melakukan desinfeksi tutup botol cairan, sebelumnya cek terlebih dahulu cairan yang akan digunakan*
    2. Menutup saluran infus
    3. Menusukkan saluran infus dengan benar
    4. Menggantung botol cairan pada standard infuse
    5. Mengisi tabung reservoir infus sesuai tanda/ setengah
    6. Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara (emboli) dalam selang
    7. Memotong plaster sebanyak 4 buah/ bagian (2 panjang, 2 sedang) dan tuliskan label*
    8. Membuka Kassa steril dan memasukkan ke dalam kom, lalu teteskan betadin (pertahankan sterilisasi)
    9. Mengatur posisi pasien dan pilih vena*
  10. Memasang perlak dan alasnya
  11. Membebaskan daerah yang akan di insersi*
  12. Meletakkan torniquet 5 cm proksimal dari tempat yang akan ditusuk
  13. Memakai handscoon 
  14. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (desinfeksi), sirkular (melingkar dari dalam ke luar )
  15. Mempertahankan vena pada posisi stabil
  16. Memegang IV cateter/ Abocath dengan sudut 30 derajat
  17. Menusuk vena dengan lobang jarum menghadap ke atas
  18. Memastikan IV kateter masuk ke dalam vena kemudian menarik mandrin 0,5 cm
  19. Memasukkan IV kateter secara perlahan
  20. Menarik mandrin dan menyambungkan ke selang infus
  21. Melepaskan torniquet
  22. Mengalirkan cairan infuse
  23. Melakukan fiksasi IV kateter
  24. Memberi desinfeksi/ kassa yang sudah diberi betadin, di daerah tusukan 
  25. Mengatur tetesan sesuai program

4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
    3. Berpamitan dengan klien
    4. Membereskan alat-alat
    5. Mencuci tangan
    6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
Alhamdulillah selesai sudah tindakan nya, oya ingat beberapa hal ini ya, ini sangat penting :
1. Pada tahap PraInteraksi  
    Pada tahap ini kalian harus melakukan verifikasi data pasien terlebih dahulu, apa benar pasien x akan kita lakukan pemasangan infus atau bukan. Kemudian cuci tangan harus dengan standard nya, masih ingatkan cuci tangan 7 langkah atau 6 langkah. Jangan lupa dekatkan peralatan atau troli dekat pasien ya. kalau tidak nanti kamu sendiri yang akan kewalahan saat mengambil alat yang dibutuhkan.

2. Pada tahap Orientasi
   Pada tahap ini kalian jangan sampai lupa memberi salam kepada pasien. Perkenalkan nama kamu kemudian tanya nama pasien, tempt dan tanggal lahir lalu alamat tinggal sekarang. Kalau pasien nya sudah menyebutkannya dan sesuai dengan data yang ada pada kita maka langkah selanjutnya kita harus menjelaskan prosedur yang akan kita lakukan seperti, pengertian, tujuan dan alat-alat yang akan kita gunakan beserta proses pemasangan (tidak perlu dijelaskan terlalu rinci, cukup penjelesan kasarnya saja). setelah itu tanyakan kesiapan pasien untuk kita lakukan tindakan.

3. Pada tahap Kerja
    Pada tahap ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, misalnya ;
*1. Kita harus mengecek terlebih dahulu cairan nya masih bagus atau sudah berkeruh, lihat juga tanggal kadaluarsanya. kemudian carikan jumlah tetesan yang akan diberikan kepada pasien.
pada saat membuka infuset pastikan jarum infusetnya masih dalam keadaan steril atau tidak terkontaminasi dengan tangan kita atau benda yang lain.
Ingat, perhatikan dengan cermat keadaan selang infus, jangan sampai bocor dan jangan ada udara atau emboli, karena itu akan membuat diagnosa baru untuk pasien. 
*7. Setelah memotong plaster, jangan lupa tuliskan tanggal dan jam pemasangan cairan infus, jenis cairan, faktor/jumlah tetesan dan inisial pasien. Tuliskan pada plester yang sudah dipotong panjang, tempelkan pada botol cairan dan saat fiksasi terakhir pada pasien tuliskan diplaster panjang tanggal dan jam pemasangan infus, nomor abocath dan inisial.
*9. Mengatur posisi pasien dan memilih vena. Vena yang akan dipilih adalah vena yang lurus atau tidak bercabang, daerah distal, vena yang besar, dan tidak hematom. Ada 4 cara agar vena terlihat jelas, yaitu; menepuk-nepuk tangan dengan halus, kompres hangat, mengayunkan tangan dari distal ke proksimal, dan membuka-tutup telapak tangan.
*11. Bebaskan peralatan atau aksesoris yang ada pada bagian tubuh pasien yang akan kita lakukan penyucukan. Misalnya di tangan yaitu jam, gelang dan cincin. Menaikkan lengan baju jika baju yang digunakan berlengan panjang. 
4. Tahap terminasi
    Jangan lupa mendokumentasikan tindakan kita. Dan dokumentasi yang wajib ditulis adalah tanggal, jam, jenis cairan, dosis/tetesan, nama pasien/inisial dan usia.
Ingat bengkok/ nierbeken digunakan untuk wadah penampung alat yang sudah digunakan atau tidak steril lagi.

Oke semoga artikel ini bermanfaat buat kalian semua...
And have a nice day all
See you again in my another article
Bye... ... ....